#SemangatMembaca

Hobi selalu menyenangkan, karena memang didasari oleh kesenangan. Saat hobi tersebut harus ‘menyingkir’ dahulu karena banyaknya aktivitas yang tidak bisa ditinggalkan, akan muncul rasa rindu. Begitulah, yang kurasakan saat mendapat mention dari Sulis, tentang blog resensiku yang pernah diulas salah satu majalah. Kesentil sih, merasa sudah lama tidak berbagi informasi tentang buku.

Resensi Buku

Intensitas membaca, apalagi mereview buku memang sangat berkurang, setelah berkeluarga dan berbisnis. Meski interaksiku dengan buku masih tetap tinggi, tapi sebagian besar hanya berkaitan dengan bisnis. Sedangkan untuk yang berhubungan dengan hobi (baca+review_red), jarang, bahkan terkadang sebulan tidak menuntaskan buku apapun :(

Pembelian buku juga tidak ‘segila” dulu, bahkan saat mudik di Malang, sebagian besar koleksi buku yang masih ada di rumah orangtua, saya hibahkan ke teman-teman yang hobi membaca. Dari empat kardus buku, hanya tersisa setengah kardus buku yang masih penasaran ingin dibaca. Alasan, karena kemungkinan besar tidak akan terbaca, dan daripada melapuk tak berguna.

Tapi, gara-gara ‘tersentil’ mention tadi, saya jadi rindu mereview buku. Sepertinya setelah lebaran, akan gila-gilaan menuntaskan buku-buku yang masih tersisa di rumah orangtua dan direview di TimbunanResensi. SemangatMembaca!!

Kasi Wagus, Ummi

Salah satu kebiasaan yang sering saya terapkan adalah memberikan barang/sesuatu dengan baik. Setiap kali Miza memberikan sesuatu dengan dilempar, saya menolak mengambilnya dan meminta untuk memberikan dengan baik, “Kasih yang bagus, Miza.”

Nah, sore ini, saya yang diingatkan Miza
Miza: Ummi, uka kue *minta tolong bukain kue*
Umminya sambil cek ricek HP
Ummi: Iya *buka bungkus kue*
Ummi: Ini *meletakkan kue begitu saja*
Miza: Ummi, asi wagus *balikin kue*
Ummi: Hah? *masih gak mudeng karena masih sibuk sama HP
Miza: asi wagus
Ummi: oh iya, Miza *ambil dan sodorin kue dengan lebih baik*
Ummi: Maaf Miza
Miza: he eh