Namanya Juga Rezeki

Seperti komitmen yang sudah dicanangkan sejak bulan lalu, bahwa saya tidak akan membeli buku atau, minimal mendekati toko buku, sebelum tuntas membaca semua buku yang sebelumnya dibeli. Jadi, saat kemarin si Abi mengajak ke Gramedia, agak ragu, tapi juga kepingin banget. Dengan tawaran ke Steak and Shake sebelum ke Gramedia, sudah pasti saya meng-iya-kan ajakan Abi.

Sebenarnya, agak aneh juga sih, karena selama ini yang sering mengajak Abi ke toko buku malahan saya. Tapi kali ini, Si Abi lagi kepengen beli buku The Magic of Dream, yang isinya kurang-lebih tentang perjalanan Rangga Umara saat merintis usaha Pecel Lele; Lela. Kalau udah di toko buku, rugilah kalau akhirnya gak keliling liat-liat buku baru/laris apa yang lagi ramai, yah, sambil nahan diri dan mensugesti kepala supaya tetap pada gak ngelanggar komitmen. Salah satu kebiasaan kami berdua kalau di toko buku, adalah berpisah. Lho?! hehehe… Maklum, tema bacaan antara saya dan Abi lumayan jauh berbeda, jadi rak buku yang diliatin pun pastinya gak sama. Alhasil, kita selalu keliling masing-masing, yang terkadang membuat kita saling mencari kalau sudah sama-sama selesai ‘ngedarin mata’

Ndelalah, pas liat-liat, ada buku Sang Pemusar Gelombang, yang sejak kemarin sudah menjadi bakal sasaran beli. Tapinya pas nengok harga, hadeuh! lumayan bikin keder juga ni buku. Akhirnya, saya balikin lagi ke tempat asalnya sambil mikir-mikir, ntar bakalan beli atau pinjem aja yah. Ketemu si Abi, yang tadi juga abis keliling, langsung bilang, “ternyata harga Sang Pemusar Gelombang mahal juga, Bi.” Si Abi tanya, “berapa?” “70.000 kurang seratus.” Si Abi cuman ngangguk-angguk.

Sebuah kebiasaan baru saat ke toko buku pun saya lakukan, yaitu mampir ke rak majalah. Sejak dua bulan yang lalu, saya usahakan selalu mampir ke rak majalah, dan minimal membeli sebuah majalah. Sepertinya, saya mulai ingin me-refresh kepala dengan membaca majalah dengan artikel yang beraneka-ragam. Pilihan sudah pasti tidak jauh-jauh dari majalah keluarga-islami. Nah, kemarin pilihan jatuh ke Majalah Ummi, karena saya penasaran dengan artikel, “Imunisasi di Mata Islam” dan “Bangun Hunian Impian Selagi Muda”

Sambil nenteng Majalah Ummi, saya balik lagi menghampiri si Abi bersiap ke kasir. Eh, surprise di tangan Abi sudah ada Sang Pemusar Gelombang. Yeah! Seneeeengnya banget banget deh! Alhamdulillah!! Eh, tapi aku gak ngelanggar komitmen kan? Soalnya yang beliin si Abi, bukan aku yang minta lhoo! Namanya juga rezeki😀

Tapi, beneran gembira ria, dan insyaALLAH pingin ikutan lomba resensinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s