Membaca Cepat

Sebagai orang yang suka sekali membeli buku, saya ingin bisa membaca seluruh koleksi dengan cepat. Supaya terjadi keseimbangan antara pembelanjaan vs pembacaan *bahasanya keren ya*. Masalah klasik yang sudah lama menimpa saya.

Sebelumnya saya pernah membaca artikel Seni Membaca yang ditulis oleh Neng Ziyya, yang kemudian mencerahkan saya supaya memiliki fokus bacaan. Terpilihlah, jenis bacaan islami, fiksi sejarah/budaya/sosial, pendidikan anak, dan buku dari beberapa penulis kegemaran saya. Ternyata masalah tidak berhenti di situ, karena jenis bacaan tersebut pun bejibun di pasaran. Jadilah, tumpukan buku masih bejibun.

Ada yang bermasalah seperti saya? Berarti kita senasib hehehe…

Barusan tadi, saat menengok facebook, lagi-lagi saya menemukan link artikel yang sepertinya patut untuk dipraktikkan oleh orang yang mengalami nasib seperti saya. Artikelnya berjudul ‘Tips & Trik Membaca Cepat‘. Hasil copas, bisa dibaca di bagian bawah;

Di era banjir informasi seperti sekarang, jumlah buku bertambah dengan kecepatan yang luar biasa sejalan dengan berkembangnya buku modern dalam bentuk digital dan merebaknya perusahaan penerbitan dan media. Membaca cepat menjadi salah satu keahlian yang layak dipelajari untuk kepentingan meningkatkan produktivitas dan kinerja.

Berikut ini adalah dua tips dan trik dari saya, yang saya terapkan dalam membaca buku. Teknik ini sangat sederhana tapi sangat membantu saya dalam menuntaskan sebuah buku.
1. Baca dan mengertilah daftar isi buku dan kata pengantarnya. Dua poin ini sangat menentukan bagaimana Anda memahami keseluruhan isi buku.
2. Bacalah dengan jari Anda dan bukan dengan mata Anda. Tidak seekstrem itu maksudhnya, melainkan dengan mulai membiasakan diri lebih mengikuti gerakan jari ketimbang gerakan mata. Selain membuat mata lebih rileks, kemampuan membaca cepat juga meningkat dengan pesat.
3. Bacalah dengan men-scan satu atau dua kalimat pertama dalam setiap paragrah. Biasanya, penulis meletakkan pokok-pokok pikiran dari tulisan di posisi itu. Jika terpaksa bacalah hanya bagian ini saja.

Kalau di tulisan ‘Seni Membaca’ disarankan untuk membaca dengan posisi punggung tegak, supaya tidak cepat lelah. Maka, teknik membaca dengan jari, bisa juga dikolaborasikan dengan posisi tegak supaya bisa lebih cepat dalam membaca *patut dicoba*.

Tetapi, untuk teknik no. 3 sepertinya sulit dipraktikkan, karena saya tipikal pembaca yang tidak ingin ketinggalan sekalimat pun ketika membaca buku, kecuali bukunya tergolong membosankan. Dan lagi, menurut saya, pendapat ‘Biasanya, penulis meletakkan pokok-pokok pikiran dari tulisan di posisi itu‘ agak susah dicerna. Bukankah posisi kalimat pertama/kedua dalam buku bukan tergantung dari penulis, tapi layout-ers? *CMIIW*

Nah, untuk yang merasakan hal yang sama dengan saya. Silakan mempraktikkan tips di atas, supaya timbunan tidak menjadi Mubadzir Buku.

7 thoughts on “Membaca Cepat

  1. Rini Nurul Badariah says:

    Mengenai no.3 itu, aku baru tahu kalimat induktifnya kerap diposisikan di kalimat kedua dalam paragraf. Setahuku seringnya pikiran utama dan penjelas kalau bukan di awal alinea, ya di akhir. Tapi dengan beragamnya gaya penulisan sekarang ini, apalagi kadang satu alinea berisi satu kalimat superpanjang, lebih sulit menentukan:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s