Nge-Bisnis Dari Kecil

Berikan 3 Alasan, Mengapa kita mengajarkan bisnis pada anak di usia sekolah?

  1. Masa anak-anak adalah masa keemasan untuk memberikan pemahaman tentang dunia bisnis [baca: wirausaha] karena pemikiran anak-anak yang masih kreatif dan belum terlalu banyak beban tanggungan,
  2. Supaya anak-anak lebih mengenal apa itu berusaha. Bahwa uang itu tidak ‘tercipta’ dengan sendirinya, sehingga mereka bisa lebih bertanggung jawab atas uang yang didapat,
  3. Mengajarkan anak-anak untuk lebih banyak bersosialisasi dan berkreasi sehingga terbentuk jiwa kemandirian dan wirausaha. Sekaligus menghilangkan stereotipe ‘mencari pekerjaan’ dan mengubahnya menjadi ‘menciptakan pekerjaan’.

Kenapa saya tiba-tiba menulis tentang 3 alasan di atas? Awalnya hanya karena ingin mengikuti kuis yang diadakan Mbak Ari Kurnia berkenaan dengan bukunya yang berjudul Bisnis Untung dan Berkah Untuk Anak Sekolah. Jujur, ketika pertanyaan itu muncul sedikit bingung untuk menjawab, karena di kepala berkelebat banyak opini dan argumen. Akhirnya, kukirim pertanyaan tersebut ke Abi via WhatApp. Muncullah jawaban-jawaban yang mencerahkan, dan membuat saya akhirnya bisa memaparkan argumen yang sempat serabutan.


Sejak kecil, kebanyakan anak digiring untuk berpikir, belajar yang rajin supaya mendapat nilai yang bagus [baca: pintar] yang berlanjut sampai ke jenjang kuliah supaya nantinya mudah mendapat pekerjaan. Bukan begitu? Efeknya, kepala sebagian besar orang menjadi terpola dan berpikir untuk mencari kerja, bukan menciptakan pekerjaan *termasuk saya* Orang pun jadi cenderung untuk memiliki sikap ‘menunggu ‘ daripada ‘menjemput/mendatangi’ *termasuk saya* Jadi, intinya tujuan utama tulisan ini adalah untuk mengingatkan saya agar bisa menyeimbangkan kreativitas dan kecerdasan anak, mengoptimalkan otak kanan dan kiri mereka, dan tidak langsung marah saat anak lebih memilih menggambar dibandingkan belajar matematika. heheheeee…

Balik ke masalah mengajarkan bisnis pada usia sekolah.

Seperti yang sudah disampaikan di awal tulisan tentang alasan memperkenalkan bisnis pada usia sekolah. Saya jadi mulai berpikir, cara riil seperti apa yang akan dilakukan untuk memperlihatkan pada Miza Zaiyan dan adik-adiknya *amin!* bahwa berbisnis [baca: wirausaha] adalah sesuatu yang menyenangkan. Cukuplah menyenangkan dulu, baru setelah dia menyukainya, mulailah dikenalkan dengan uang atau hasil dari berwirausaha.

”Sesungguhnya sebaik-baik mata pencaharian adalah seorang pedagang” (HR. Baihaqi)

”Hendaklah kamu berdagang, karena di dalamnya terdapat 90 persen pintu rezeki” (H.R.Ahmad)

Wallahu’alam bisshawab…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s