Satu Buku Untuk Suami, Sepuluh Buku Untuk Istri

Saat mendapat tag foto ini dari Mbak Luckty, saya hanya melihat pasangan yang memiliki koleksi buku yang bejibun. Tapi setelah diperhatikan lagi, baru sadar kalau si lelaki hanya membawa satu buku, sedangkan si wanita bisa lebih dari 10 buku. Barulah, saya tertawa! Hahahahahahaaaaa…!

Ada yang lucu ya? Hihihi… foto ini mengingatkan saya dengan suami setiap kali belanja ke toko buku. Alhamdulillah, saya memiliki suami yang suka membaca buku. Koleksinya sebelum menikah pun lumayan banyak, meski jenis bacaannya agak berbeda dengan saya. Nah, ketika mampir ke toko buku, yang terjadi adalah seperti yang ada di foto, 1 Buku untuk Suami, 10 Buku untuk Istri.

Suamiku lebih cerdas dalam berbelanja, dia memilah buku mana yang sekiranya dibutuhkan, paling banyak 3 buku dalam sekali pembelian. Perhatian suami bukan pada harga tapi lebih kepada bergunakah buku tersebut untuknya? Sedangkan saya, hadeuh! Beli buku seperti orang kalap, apalagi kalau ada diskonan. Bisa satu kresek penuh isinya buku, sampai suami takut tasnya jebol.

Foto ini benar-benar menyindir saya dengan halus. Bahkan ‘ceceran’ buku yang ada di lantai dan mobil pun bisa jadi menggambarkan buku-buku saya yang tergeletak tak beraturan di kamar #senggolNoviKhansa. Hadueh! Kapal pecah!

Untungnya, akhir-akhir ini saya tidak lagi segila dulu dalam berbelanja buku. Sifat cermat suami dalam membeli barang, sepertinya mulai menular kepada saya. Alasan lain, karena saya mulai mempertimbangkan masalah tabungan untuk masa depan *kemarin-kemarin lupa ingatan*. Bahkan, Malang Book Fair yang saat ini masih digelar [4 – 10 Oktober 2012] saya putuskan untuk tidak mampir, tapi Bulan November tetap ingin datang ke acara Indonesia Book Fair di Jakarta *teng tong!*

Meski kegilaan saya dalam membeli buku, belum 100% sembuh, tapi minimal total pembelian buku bulan ini tidak sedahsyat yang kemarin-kemarin. Semoga kelak lebih bisa mengendalikan diri saat berbelanja.

12 thoughts on “Satu Buku Untuk Suami, Sepuluh Buku Untuk Istri

  1. ayanapunya says:

    alhamdulillah saya masih bisa nahan diri klo di toko buku. Klo beli buku itu juga maksimal cuma 3. tapi kalau ada event semacam Indonesia Book Fair plus ada temannya kemungkinan bakal kalap juga :))

  2. adi says:

    WOW suami istri penggila buku
    Wah kayanya seru tuh bunda bisa hunting buku bareng suami tercintah :))
    Tapi kalo perbandingannya 1:10 mah sepertinya kata kalap benar” pas ahahah

    • Sinta says:

      iyaaaaaaaaaa!!! bagus-bagus! kadang sebel juga ma penerbit koq tega bener nerbitin buku bagus2 dalam jangka waktu pendek *LHO!*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s