[Catatan] Chatting dengan YM; Kun Fayakun

“Rugi jika seorang beriman, tapi tidak yakin ke-Maha Besar-an Allah” #ChattingDenganYM

Kun Fayakun menjadi tema Chatting dengan YM episode kali ini. Meyakini bahwa keajaiban yang Allah berikan pasti akan terjadi pada hamba-Nya yang senantiasa berdoa, tercermin dari salah satu pengalaman narasumber, Rini S Bon Bon. Pengalaman beliau ketika tertimpa sakit diabetes akut, bahkan untuk shalat pun hanya bisa dilakukan dengan kedipan mata. Kematian mulai terasa dekat danย saudara-saudara Rini sudah mulai mengaji di sekelilingnya. Subhanallah, ternyata Rini malah berangsur-angsur sembuh dan kembali sehat wal’afiat. Kekuatan doa dan ikhtiar yang tidak pernah putus membuat Allah “melafalkan” kun fayakun untuk kesembuhan Rini.

Saat kita berharap kemudian yakin dengan kekuasaan Allah, maka keajaiban itu pasti akan hadir (Rumus Hope, Believe, & Miracle)

Sumber: rumahzakat.org

Narasumber yang lain pun memperlihatkan betapa Allah tidak kenal kata tidak mungkin jika Ia berkehendak. Donny Ramadhan, produser film Kun Fayakun, adalah orang yang meyakini banyak sekali “kun fayakun” yang terjadi dalam hidupnya. Salah satunya, ketika ayah beliau ingin naik haji. Dengan mencium tangan ayahnya, Donny meyakinkan beliau akan berangkat naik haji, dan itu terjadi selang 3 hari (cmiiw), yang prosesnya tidak lepas dari “tangan” Allah.

Sebuah pertanyaan yang sebenarnya sudah sering saya dengar, disampaikan oleh salah satu pemirsa, “Apakah takdir dapat diubah?” Pertanyaan yang memang harus berkali-kali direnungkan dan diingatkan dalam diri.

Ustadz YM menjawab dengan menggambarkan bahwa diantara takdir dan qadha, terdapat irodah, yaitu kehendak Allah. Contoh, seringkali kali kita tidak yakin ketika ada seorang tukang becak menginginkan anaknya sekolah ke luar negeri, tapi jika Allah berkehendak, apapun bisa terjadi. Kehendak Allah inilah yang kemudian dapat mengubah qadha.ย Tapi ketika ternyata qadha tak berubah, maka di dalamnya sudah terdapat doa dan ikhtiar yang insyaALLAH akan menjadi penilaian Allah kelak.

Ada bagian tausiyah yang menarik dalam acara kali ini, bahwa takdir tidak berhenti bahkan ketika manusia meninggal dunia. Masih ada keterikatan manusia yang telah wafat tersebut dengan manusia yang masih hidup, semisal anak atau saudara. Contohnya, ketika seorang dinilai meninggal dengan kondisi setelah shalat tahajud, seringkali diyakini akan diganjar surga oleh Allah, tapi sayangnya, ibadah yang begitu rajin, ternyata melupakan pendidikan akhlak kepada anaknya sehingga menjadi orang yang berperingai buruk. Pertanggung-jawaban inilah yang kemudian dapat menggagalkan seseorang tersebut gagal menggapai surga.

Seperti itulah, takdir yang ternyata tak hanya menemani manusia di dunia, tapi juga kelak di yaumul mashar, kala manusia harus dihisab satu persatu untuk mempertanggung-jawabkan apa yang telah dilakukan di dunia.

Ngeri mendengar dan merenungkan bagian tersebut, apalagi saat melihat kondisi diri yang belum bisa memberikan yang terbaik kepada Allah SWT.

Semoga Allah senantiasa menyelimuti kita dengan keyakinan bahwa Dia-lah yang Maha Kuasa, dan selalu menjadi tempat bergantung bagi seluruh makhluk ciptaan-Nya

2 thoughts on “[Catatan] Chatting dengan YM; Kun Fayakun

  1. santi sayekti says:

    ุงูŽู…ูŠู’ู†ูŽู€ู€ู€ู€ ูŠูŽุงุฑูŽุจู‘ูŽู€ู€ู€ู€ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ู€ู€ู€ู€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s