Juri Lomba?!

Beberapa hari yang lalu, salah satu Mbak yang baik hati meminta saya untuk menjadi juri sebuah lomba, apalagi iming-imingnya nanti bakalan dapat hadiah buku *mata bukuan*. Gara-gara itu, saya jadi teringat tulisan lama di blog multiply yang sebentar lagi tergusur dan saya malas kalau harus memindah-mindahkan postingan. Tapi untuk yang satu ini tak apalah, minimal bisa jadi salah satu kenangan😀

***

Ok Sin… Do It!!

[17 Juli 2008]

“Tuh, bisa kan jadi juri :)”

Bibirku membentuk cengiran selepas membaca reply message di gmail.

Kepalaku segera melakukan flash back

“…btw, dirimu bersedia tdk jd juri SK Idol di tahap 2……”

Sebuah SMS dari rangkaian SMS yang mengiringi perjalanan pulangku dari Jakarta ke Bandung itu cukup membuat mataku terbelalak.

“Sinta? Juri? Emang dah pantes?” balasku.

Yup…Emang udah pantes? Pertanyaan ini berhasil menduduki rangking tertinggi di kepalaku. Aku bukan orang yang PeDe, yang dengan mudah menerima hal yang masih asing di hidupku. Aku selalu membutuhkan alasan—baca: keyakinan diri—untuk memberi jawaban, dan bisa dipastikan jawaban “iya” terasa lebih susah dilafalkan dibanding “tidak”.

—Applouse untuk sang calon bapak [read:: yang SMS saya] yang selalu berhasil dengan sabar mengemukakan alasan-alasan yang membuat kepalaku berpikir—

Jariku mulai bergerak perlahan pada tuts hape

“Oke, aku maksimalin deh”

Keputusan yang didapatkan setelah berhasil berjuang menyudutkan keraguan.

Ujian untuk ke-PeDe-anku gak berhenti sampai di situ. Kembali mataku tertabrak dengan kalimat Dewan Juri —kenapa harus pake kata DEWAN?!— Hiiii…baca dua kata ini buat aku bergidik. Rasanya tambah berat aja. Sebuah amanah yang gak gampang, bahkan sangat sulit—apa lagi buat manusia baru model aku—Pengalaman pertama!! Bersanding dengan nama-nama yang sudah tidak asing di dunia penulisan!! HUAAAAA…Gak PeDe!!! Lagi-lagi aku mulai gak yakin dengan diri sendiri. “Ya Allah…wat hepen aya naon ini”

Aku berusaha menarik-hembuskan nafas dengan perlahan—caraku menetralisir suasana jiwa yang lagi riweuh—Oke Sin…Do It!! Jangan sia-siakan kesempatan Dan ingat!! Ramu kesempatanmu menjadi salah satu pelajaran terbaik.

***

Aku mulai berhadapan dengan 8 naskah tulisan—yang menjadi salah satu tahap penilaian SK Idol—dengan karakter yang bermacam-macam. Delapan tulisan yang membuat aku melengkungkan bibir ke atas, namun tak jarang turun ke bawah diiringi mata berkaca. Delapan tulisan yang juga membuat aku menaikkan salah satu alisku, namun tak jarang kedua alisku naik bebarengan menatap gak percaya. Ekspresif!!

Mungkin untuk yang sudah berpengalaman, menilai 8 naskah terasa ringan cukup melirik sekilas. Sett…kelar deh. Tapi itu gak berlaku buat aku, tangan menopang dagu, posisi duduk berpindah-pindah, garuk-garuk kepala, keluar masuk kamar karena capek duduk. Glek…stress dah!

***

Bersikap Netral…

Susyeh…itu yang terasa saat harus bersikap netral dengan ke-8 naskah, mengingat kalau naskah-naskah itu di tulisan oleh orang-orang yang sering berkeliaran di sekolahku bahkan juga di hidupku. Bersikap netral—tanpa membawa perasaan persahabatan—saat melakukan penilaian bukan hal mudah. Berkali-kali aku harus terdiam, memejamkan mata untuk memfokuskan kepala pada naskah bukan penulisnya. Sekali!! mata terpejam, focus…focus… Dua!! terpejam lagi, sinta jangan mikir yang lain!! Tiga!! terpejam lagi, suara dengkur halus terdengar, ups…aku ketiduran hehehe…

Berpikir bijak…

Bijak?! Aih…mendengar kata yang satu rasanya berat pisan. Dan kalau dilihat lagi hasil penilaianku, kayaknya poin yang satu ini masih jauh. Hampir di semua naskah, penilaianku 100% mengalir langsung dari kepala ke jemari tanpa melewati saringan kata. Dan itu artinya, semua penilaian blak-blakan tanpa tedeng aling-aling. Padahal penilaian (baca: kritik) naskah haruslah bisa membangun sang penulis—kata temenku ;p—

So…kayaknya aku harus sering-sering belajar menilai tulisan dengan baik dan benar sebelum dapet tawaran jadi juri lage….iiiihhh…kalo yang ini ke-PeDe-an!!!

Pelajaran yang aku terima adalah ternyata AKU BISA!!! jadi juri walaupun rada ancur hehehe…

Buat para nominator, kalian semua huebat, jempol deh buat kalian

*ditulis setelah perjuangan mencerna 8 tulisan yang ditulis dengan indah

Rancabolang, Rajab 1429 H

Salam,

Sinta

7 thoughts on “Juri Lomba?!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s