Ke Yogyakarta

Cerita ini sebenarnya agak terlambat karena kejadiannya sudah beberapa hari yang lalu, tapi teramat sayang kalau tidak ‘diabadikan’. Tanggal 6 November, tepatnya saya bersama Abi dan Miza transit ke Yogyakarta dari Malang, sebelum akhirnya ke Jakarta. Jujur, sejak lahir hingga sebelum tanggal 6 November 2012, saya belum pernah menginjakkan kaki ke tanah Yogya. Saat saya merantau kerja di Bandung pun, setiap naik kereta api pulang ke Malang pasti melewati Stasiun Tugu dan HANYA MELEWATI! Dalam hati, selalu ada niat ingin mampir ke Yogyakarta, dan baru kesampaian ketika Abi mendapat tiket promo Ultah KAI kelas eksekutif  yang hanya seharga 100.000/orang dengan perjalanan kereta api Malang-Yogyakarta dan Yogyakarta-Jakarta.

Mengingat tanggal 8 November harus kembali ke Jakarta, waktu jalan-jalan di Yogyakarta tidak banyak. Niat awal ingin mampir ke Candi Borobudur, tapi setelah dipikir-pikir sepertinya tidak memungkinkan karena jaraknya yang tergolong jauh. Akhirnya, diputuskan untuk ke Prambanan yang relatif dekat dan mudah dijangkau dengan Trans Yogya. Bersyukur, tempat menginap masih di wilayah Malioboro yang dekat dengan halte trans. Jadi tanggal 7 November, sekitar pukul 9 pagi, kami berangkat ke halte, yang diselingi sarapan, untuk menunggu bus 1 A dengan tujuan akhir terminal Prambanan.

Sekitar 1,5 jam kemudian, kami sampai di terminal yang membuat kami berkenalan dengan bule dari China bernama Mr. Joko [itu nama Indonesia-nya, nama China-nya gak inget karena susah]. Mr. Joko ternyata baru pertama kali ke Prambanan [lha sama yak!] jadilah kita senasib-sepenanggungan. Dari terminal menuju ke Candi Prambanan, ditempuh dengan naik andong. Widiw! terakhir saya naik andong tuh pas masih SD, terasa tradisionil sekalee. Sayangnya, momen tersebut harus saya jalani dengan menggendong Miza yang terlelap, Abi sendiri sudah ‘gendong’ ransel yang tidak kalah berat.

Sesampai di kotak loket, kami mengambil tiket yang berisi paket Ratu Boko dan Candi Prambanan, seharga Rp. 45.000/orang. Perjalanan diisi dengan melihat prasasti sejarah dimulai dari Ratu Boko, karena jaraknya yang jauh dari Prambanan pihak pengelola menyediakan transportasi. Begitu sampai, aksi foto-foto pun dimulai. Setelah puas di Ratu Boko, kita kembali ke Prambanan diantar mobil yang sama. Begitu sampai di Candi Prambanan ‘penyakit’ narsis tak kunjung sembuh, jadilah kita kembali berfoto-foto ria.

Jelang pukul 14.00, kami harus segera menuju ke Amplaz [Ambarukmo Plaza].  Jauh-jauh hari mengatur janji ketemu, alhamdulillah, berjumpa juga dengan BBI Yogya plus nambah ‘dosa’ timbunan buku, yaitu Perjalanan ke Pusat Bumi – Jules Verne. Semoga suatu hari nanti bisa kembali mampir dan lebih puas keliling Yogyakarta🙂

2 thoughts on “Ke Yogyakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s