Ingin Kembali

Minggu yang lalu, saya diajak seseorang untuk menyunting sebuah buku yang berisikan kumpulan twitter. Saya yang sudah sangat lama tidak bersentuhan dengan sunting-menyunting buku tertarik juga. Alasan awal bukan karena tipe bukunya yang membuat saya tertarik, tapi muncul kerinduan untuk sekadar mengutak-atik atau sedikit membenahi kalimat yang kurang mengena. Bahkan, jujur saya bukan penyuka tipe buku, yang sekarang ini cukup banyak beredar di pasaran, yang mengusung tema kumpulan twitter.

Seiring bertambahnya lembaran yang kubaca, muncul perasaan yang hampir berbulan-bulan ini terpendam. Perasaan untuk mengungkapkan dan berbagi cerita lewat tulisan. Kumpulan tweet yang saya baca sangat beraneka-ragam, ada yang sekadar curahan hati, tausiyah, tips-tips tentang kehidupan, puisi, dll. Kualitas tulisan pun, beberapa tidak bisa dibilang baik, tapi yang saya tangkap adalah keinginan untuk bercerita, hasrat untuk menyampaikan, dan kesadaran untuk berbagi hasil olah pikiran mereka.

Kangen! Benar-benar rindu dengan kelincahan saya dahulu dalam bercerita lewat tulisan. Meski hampir sebagian besar tulisan, saya nilai tidak terlalu bermanfaat, tapi ada juga tulisan yang ketika dibaca kembali ternyata menjadi pengingat. Bahkan, sekali waktu, saat saya masih rajin nge-blog di multiply, ada seseorang perempuan yang mengirimkan pesan lewat facebook. Terharu saya membacanya, saat beliau mengatakan, “Jangan bosan menulis ya Mbak, karena saya suka membaca tulisanmu di multiply, dan ada beberapa tulisan yang membuat saya jadi harus berinstropeksi diri.” Subhanallah, kesan luar biasa terhadap tulisan-tulisan yang dahulu sering saya remehkan sendiri.

Saat itu saya jadi berpikir menulis adalah terapi untuk ‘membuang’ kemelut dalam kepala, yang mungkin untuk yang lain adalah sampah. Tapi tanpa sadar bagi yang membaca, tulisan tersebut bisa menjadi ‘shock therapy’ atau “eh, ada yang senasib.” Hal semacam itu yang seringkali luput di kepala saya.

Meski tidak memungkiri bahwa setiap menulis harus ada etikanya, saya suka sekali ‘membaca’ semangat menuangkan isi kepala mereka lewat tweet-tweet. Momen ‘pekerjaan’ ini seperti datang di saat yang tepat, di mana saya sedang malas untuk menulis cerita, ide, atau unek-unek di kepala. Semoga semangat menulis kembali menjangkiti tangan sayaπŸ™‚

4 thoughts on “Ingin Kembali

  1. Ilham says:

    pengalaman nulis itu jadi seperti kenangan hidup sehari2 ya. ketika terinspirasi ngeliat tulisan orang lain, jadi suka keinget fase2 saat nulis tentang hal2 dan kejadian tertentu… :]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s