Masih Belum Rela dengan Kehilangan

Sejak Hari Jum’at minggu lalu, saya tertulas virus batuk dan pilek dari anakku, Miza. Awalnya, hanya batuk-batuk ringan dan saya memang suka membiarkan penyakit kalau tidak terlalu parah. Hari pertama dan kedua lewat, batuk semakin tidak terkendali, setiap hari badan rasanya digoncang-goncang. Tidur pun tidak nyenyak karena dari tenggorokan selalu ada yang meronta ingin keluar, suara batuk bertubi-tubi tak ayal menjadi iringan suara malam *ehek!* Suami menganjurkan untuk ke bidan dekat rumah untuk meminta obat, tapi saya bersikeras menolak karena sangat menghindari obat, terutama saat ini sedang dalam kondisi hamil 4 bulan.

Hari bertambah, muncul rasa pusing dan gusi mulai sakit. Klop sudah, hampir semua bagian kepala sakit. Astaghfirullah, rasanya luar biasa. Mungkin seperti kebanyakan orang sakit, saat itu saya benar-benar mencintai dan merindukan masa sehatku. Tapi, saya tetap kekeuh tidak mau ke bidan dan meminum obat. Konsumsi air putih hangat, madu, dan habbatussaudah tidak pernah surut masuk ke dalam saluran pencernaan, tapi tidak juga memberikan hasil yang memuaskan. Riak yang sepertinya menumpuk di tenggorokan pun sangat sulit untuk dikeluarkan.

Saat memasuki hari Senin, kemarin, pagi-pagi saya batuk dengan hebatnya sampai harus memeluk lutut. Sakit. Saat itulah tiba-tiba saya menangis, mungkin karena sudah merasa frustasi, apalagi saat mengingat janin yang ada di dalam perut. Suami sendiri terlihat agak kaget karena jika sakit saya tergolong yang amat jarang menangis, tapi kali ini berbeda. Setiap kali saya batuk, perut pasti seperti ditekan. Ada rasa takut yang hinggap kalau sampai terjadi apa-apa dengan si Adik. Di titik inilah, mulai tersadar ternyata saya begitu takut dengan kehilangan. Saya takut kehilangan nyawa cilik dalam rahim. Astaghfirullahil’adhim… ternyata saya belum mempersiapkan diri untuk kemungkinan Allah mengambil yang menjadi hak-Nya.

Manusia, ya, saya manusia yang ternyata memang masih belum ‘menyukai’ kehilangan…

Ibu, ya, saya ibu yang masih memandang makhluk yang lahir dan berada dalam rahimku, adalah milikiku…

Astaghfirullahil’adhim… sudah sepantasnya kalau Allah menyentil dan menyiratkan pelajaran barunya di sela-sela sakitku.

2 thoughts on “Masih Belum Rela dengan Kehilangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s