Prak!

“Prak!” bunyi gelas plastik yang dibanting.

#Kejadian ini terjadi kemarin siang.

Capek. Saya yang tidak terbiasa tidur siang, hari ini rasanya lelah dan badan ingin istirahat total. Di rumah hanya ada saya dan Miza. Nah, Miza ternyata tidak mendukung keinginan saya untuk tidur siang. Mondar-mandir, lari sana-sini, utak-atik segala benda, pokoknya gak bisa diam. Diajak tidur pun tidak bisa, dirayu dengan membaca buku ternyata tidak membuat matanya terpejam, malahan tunjuk-tunjuk dan ngomentarin segala gambar yang ada di buku.

Setelah tidak tahu lagi musti melakukan apa supaya Miza tenang, tiba-tiba dia turun dari tempat tidur dan mengambil mobil-mobilannya. Melihat Miza asyik dengan mainannya, saya pikir bisalah untuk tidur sejenak. Rasanya tidur baru semenit, tiba-tiba koq ada yang basah di punggung saya. Secara reflek saya menoleh ke belakang dan KAGET! Hampir sebagian besar kasur basah karena Miza bermain air di gelas plastik, yang sebelumnya berada di meja dekat tempat tidur. Seketika amarah langsung naik ke ubun-ubun. “Prak!” saya ambil paksa gelas yang masih ada di genggaman Miza dan melemparnya ke depan pintu kamar.

Tindakan saya disambut dengan tangisan oleh Miza. Deg! Mulai terbersit rasa bersalah. Sambil menangis, Miza turun dari tempat tidur dan mengambil gelas yang tadi saya lempar. Tangannya mengangkat gelas ke mulutnya seperti orang minum dan kemudian melempar gelas sambil melihat ke arah saya. Astaghfirullah… rasanya ingin menangis karena rasa bersalah yang SANGAT besar. Saya marah pada diri sendiri karena membuat Miza meniru tindakan yang salah. Sediiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiih…banget! Segera saya gendong, peluk, dan ciumi Miza. “Maafin Ummi ya, Nak.”😦

Setiap kali mengingat kejadian itu, saya benar-benar merasa bersalah. Sungguh, saya mendapatkan pelajaran dan renungan yang sangat berharga. Saya pun jadi semakin menyadari, masih minimnya ilmu menjadi orangtua, pengendalian diri, dan kesabaran, padahal sebentar lagi, akan datang satu amanah lagi dari Allah, insyaALLAH, dari kehamilan yang sekarang sudah berusia 5 bulan. Ya Allah, semoga saya terus diberikan kesabaran dan kesadaran untuk terus belajar menjadi ibu yang baik. Amin Ya Rabb…

4 thoughts on “Prak!

  1. omnduut says:

    Aku juga suka gitu ke keponakan mbak. Kadang gak sadar suka marah walaupun dia gak salah (terakhir ketika adeknya jatoh eh kakaknya yang aku marahin). Nyeseeel… tapi untung ponakanku pemaaf banget, setelah dipeluk, dicium dan digendong kami udah ‘temenan’ lagi ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s