Lakon yang Dilandasi Keikhlasan

Saat ini saya sedang membaca Berjalan di Atas Cahaya yang ditulis Hanum Salsabiela, bersama Tutie Amaliah dan Wardatul Ula. Salah satu yang mendorong saya ingin membaca buku ini adalah pengalaman mengesankan setelah membaca 99 Cahaya di Langit Eropa. Sejauh ini sudah separuh jalan saya membaca kisah pertemuan Hanum dengan orang-orang muslim di luar negeri. Ya, ternyata isi buku ini tak seperti ekspektasi awalku, yang berharap mendapatkan informasi sejaran Islam di Eropa seperti yang terdapat dalam 99 Cahaya di Langit Eropa. Meski begitu, di lembaran awal saya menemukan istilah yang menarik, yaitu social investment. Investasi Sosial.

Selama ini, jika kepala saya disodori kata investasi, pastilah yang keluar adalah uang, rumah, usaha, dan segala yang berhubungan dengan materi. Saat ghirah tinggi, kata investasi akhirat menjadi pilihan yang muncul di kepala saat ada kata investment. Tapi kata investasi sosial, baru saya baca dan ketahui setelah membaca bagian ‘Misi yang Tak Mungkin’ dalam buku Berjalan di Atas Cahaya.

Investasi sosial bukan sesuatu yang abrakadabra. Bukan pula sesuatu yang ujug-ujug alias tiba-tiba. Semua ditanam dalam proses lama, hingga suatu saat kita akan memetiknya. Sebenarnya, kita tak boleh meniatkan untuk memiliki hubungan baik dengan banyak orang agar memiliki investasi sosial. Agar suatu saat kita bisa merasakan keuntungannya. Agar suatu saat kita dibantu. Agar suatu saat kita ditolong. Berhubungan baik dengan semua orang adalah keniscayaan. Suatu lakon yang harus dilandasi keikhlasan. [h. 7 ~ Berjalan di Atas Cahaya]

Investasi Sosial ini mengingatkan saya dengan hadist “Siapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung hubungan silaturahim. ” (HR. Bukhari Muslim dari Anas radhiyallohu’anhu). Bukan berarti saat kita berhubungan baik dengan orang lain lantas mengharapkan pamrih. Seperti kutipan di atas, Berhubungan baik dengan semua orang adalah keniscayaan. Suatu lakon yang harus dilandasi keikhlasan. Bukankah ikhlas selalu mendatangkan keberkahan? Satu lagi kutipan dari Ustadz Yusuf Mansyur yang pernah saya baca di TL twitternya. “Untung belum tentu berkah, tapi berkah sudah pasti untung.”

sahabat

6 thoughts on “Lakon yang Dilandasi Keikhlasan

  1. Teguh Puja says:

    Insya Allah, kalau dilandasi dengan keihklasan, hal sekecil apa pun bisa menjadi manfaat nantinya. Terutama investasi sosial yang dimaksud, manfaat dari silaturahim akan terasa.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s