Nge-Rem Diri Jadi Shopaholic

Baru-baru ini ada meme baru yang digagas Aulia yang berjudul Buying Monday. Isinya tentang belanjaan buku selama sebulan. Banyak penggila buku yang ikut meramaikan meme yang baru dimulai bulan Juli ini, termasuk saya. Melalui link blog Buying Monday, saya bisa menjelajah ke blog-blog lainnya yang juga mengikuti Buying Monday.

Hasil mampir ke pengikut meme Buying Monday, benar-benar memperlihatkan daya beli buku yang tinggi dari beberapa blogger. Bahkan ada yang sebulan bisa belanja di atas 30-an buku. Mungkin kalau saya melihatnya saat masih single dulu, pembelian buku yang tinggi seperti itu bukanlah hal yang mengejutkan. Sangat tidak mengejutkan, karena saya sendiri termasuk si shopaholic kalau berhubungan dengan buku.

Apalagi, saat saya tinggal di Bandung dan bekerja, kondisi dan lingkungan mendukung keborosan saya dalam berbelanja buku. Sebulan bisa habis di atas 500rb hanya untuk membeli buku, itupun bisa bertambah jika ada pameran buku murah yang sering diadakan di Braga. Nilai yang jika saya tabung dalam setahun bisa untuk kredit motor๐Ÿ˜€

Warisan dari kegilaan saya dulu dalam berbelanja buku terlihat dari daftar to-read yang ada di Goodreads-ku. Itupun masih ada buku-buku yang belum terdata, termasuk beberapa kardus buku yang masih tersimpan di rumah orang tua, di Malang.

to read

Saat awal-awal menikah pun, kegilaan membeli buku masih menjangkiti saya. Kemudahan dalam bertransaksi online mendukung saya untuk kembali memuaskan hasrat berbelanja buku. Hampir setiap hari, Mas JNE/Tiki mampir ke rumah [a.k.a ngirim paket buku] sampai orangnya hapal. Bahkan sampai sekarang kalau ketemu si Mas-mas itu, masih suka saling sapa, meski udah jarang mampir ke rumah.

Barulah setahun terakhir ini, saya mulai mengurangi pembelian buku, maksimal 4 buku sebulan, itupun harus dengan harga murah dan benar-benar diniatkan untuk dibaca, bukan ditimbun. Sepertinya faktor umur dan kebutuhan yang mengharuskan saya lebih banyak menabung. Dan lagi, melihat tumpukan buku milik pribadi yang menimbun menjadi pengingat saya untuk lebih mengerem pembelian buku. Nanti kalau timbunan habis, baru deh boleh jadi shopaholic lagi #eh >,<

23 thoughts on “Nge-Rem Diri Jadi Shopaholic

    • Sinta Nisfuanna says:

      hihihi… sayangnya dulu keluargaku blum ada yang hobi baca buku, jadi hampir semua buku yang ada di rumah punya saya. gak ada temen buat tukar-pinjam๐Ÿ˜ฆ

  1. Faraziyya says:

    MasyaAllah itu TBRnya ngga nahan X)
    aku ngga nentu. ngebudget max 200-300rb. maksimal banget. tp bulan juli ini, saat ada kesempatan beli novel impor lewat mb dewi itu pengecualian. hehhe ^^v
    rem aku biasanya itu dengan milih banget mana buku yg mesti dikoleksi dan mana buku yg bisa dibaca lewat pinjeman.

  2. Eki Akhwan says:

    Wah, baru tahu meme ini. Saya mulai mengerem pembelian buku tahun ini karena rumah saya sudah penuh buku. Rak-rak sudah luber, dan kardus-kardus juga sudah menyesaki gudang.๐Ÿ˜ฆ Tapi untuk buku-buku istimewa dan direkomendasikan, tetap akan saya beli. Insyaallah.

    • Sinta Nisfuanna says:

      iyup, kudu tetep update bacaan supaya gak ketinggalan informasi.

      tinggal memilah-milah mana buku yang emang kepingin banget dibaca #pengenngintipkoleksibukunya

  3. chiemayindah says:

    Waduuuh, itu to be read nya banyak bener. .. bener-bener harus diberesin yak, kasian nanti bukunya nangis cuma disuruh nunggu rak doank๐Ÿ˜€

    • Sinta Nisfuanna says:

      haduh, aku gak terlalu betah baca ebook, pake komputer pantat capek, pake HP kekecilan, yang pasti masih cinta sangat dengan buku cetak๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s