Miza Belajar Makan, Ummi Belajar Telaten

“Saat dia berhasil mengalahkanku

Saat itulah aku menang.”

Iklan biskuit ini baru saya lihat tadi pagi, di sela-sela menemani Miza menonton George Curious. Menceritakan sepasang ibu dan anak yang terus bertanding lari. Sang ibu tak pernah mengalah, karena dia ingin anaknya terus berusaha untuk mendapatkan kemenangannya. Saya beneran merinding setiap kali melihat saat si anak berhasil mengalahkan ibunya.

Saya jadi ingat dengan wacana di buku Amazing Parenting [Review bisa di klik] bahwa orangtua seringkali kalah dengan anak. Semisal, ketika anak kecilnya belajar melakukan sesuatu hal, orangtua kadang tidak bersabar hingga memutuskan untuk mengambil alih dan segera menyelesaikannya. Atau, saat anak kesulitan mempelajari sesuatu dan menangis, orangtua pun menjadi luluh tanpa menyemangati terlebih dahulu/mengatakan kalau dia pasti bisa. Jika terjadi terus menerus, anak memiliki kecenderungan untuk gampang menyerah saat dewasa.

Kejadian ini sering menimpa saya pada momen makan. Dulu saya sering tidak sabaran saat melihat Miza makan sendiri dengan acak-acakan dan nasi tercecer di sekitarnya. Ujungnya, saya ambil piring dan sendoknya lalu disuapkan. Tindakan yang SALAH karena saat itulah anak sedang belajar memegang sendok dan menyendok, belajar memasukkan makanan dengan tepat, belajar dan belajar… sampai Abi mengingatkan untuk membiarkan Miza belajar makan sendiri. Alhamdulillah, saat ini Miza sudah cukup terampil makan sendiri. Dari proses ini tidak hanya Miza yang mendapatkan pelajaran tapi juga saya. Miza belajar makan, Umminya belajar telaten. Tetapi, sekarang Miza malah mulai malas/gak mau makan T_T

Saat ini, Miza sedang belajar memakai celana sendiri. Satu kaki sudah berhasil masuk, tapi kaki satunya sering masuk ke lubang yang sama dengan kaki sebelumnya. hahaha…

Jangan biarkan anak menganggap tangis adalah senjata mendapatkan sesuatu ~ Anonim

Masalah tangis ini juga sering dilakukan Miza saat apa yang diinginkannya tidak dipenuhi. Sampai saat ini, terkadang Miza masih menggunakan tangis untuk mendapatkan sesuatu, yang sering berhasil jika ditargetkan pada Abinya [Hayoooo… Abi, belajar tegas ya ;p] apalagi kalau yang menjadi targetnya adalah Mbah, hampir 100% pasti berhasil😐

Well, balik lagi tugas orangtua adalah membimbing anak untuk menjadi pejuang yang mandiri dan bertanggung jawab karena kita tidak selamanya berada di sampingnya.

Wallahu’alam 

9 thoughts on “Miza Belajar Makan, Ummi Belajar Telaten

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s