Cerita di Balik Donat

Pagi ini rumah dikagetkan dengan tangis keras Miza. Aku yang tidak tahu-menahu perkaranya, bingung juga.

“Unya Izaaaa!! Onat!!”

Berceritalah Abi, sebab musababnya

Tadi pagi, Abi mengajak Miza jalan-jalan ke gang depan dan membelikan 3 buah donat kesukaannya. Saat sampai di rumah, Miza meletakkan donatnya. Karena ada 3 buah donat, Abi mengira Miza tidak akan keberatan jika dimakan satu. Ternyata, begitu Miza melihat donatnya diambil satu, dia marah besar. Abi jadi kalang kabut meminta maaf dan menenangkan amarah Miza dengan agak sulit.

Ooh, barulah si Ummi mengerti duduk perkaranya…

Sebenarnya Miza bukan pelit dan tidak mau berbagi dengan orang lain mesti terkadang egonya juga muncul. Karena saat tangisnya reda dan diminta Abinya berbagi donat dengan Ummi, Miza dengan senyum manisnya menyodorkan satu donat padaku. Terima kasih Miza. Kesalahan yang tampak kecil, tapi membuat Miza meradang adalah Abi tidak meminta ijin untuk mengambil donatnya.

Saat mulai menginjak remaja, aku dan adik-adik memiliki kebiasaan untuk meminta ijin saat mengambil/meminta milik yang lain. Saya sendiri agak lupa kejadian apa yang mengawali kebiasaan tersebut, tapi hal tersebut berlangsung sampai sekarang walaupun terkadang ada juga yang ‘nakal’ Kebiasaan itupun terbawa sampai menikah dan memiliki anak. Begitu Miza memiliki kue dan Ummi/Abinya ingin mencoba diusahakan untuk meminta dan tidak menyomot langsung dari tangannya. Atau saat adiknya ingin menyentuh atau bermainan dengan mainan Miza, kami meminta ijinnya sembari menyelipkan tentang berbagi.

Kebiasaan meminta ijin kepada anak, juga sering saya baca di blog/status facebook teman, Retno. Salah satu yang aku ingat adalah dimana ketika dia asyik bermain bersama anaknya dan ada SMS masuk ke HPnya, dia akan meminta ijin si anak untuk membaca/membalas SMS yang masuk.

Nah, Sadar gak? kalau orang tua tanpa sadar mengambil milik anak atau melakukan sesuatu yang berhubungan anak, tanpa meminta ijinnya. Mungkin agak aneh juga, melihat orangtua yang meminta ijin kepada anak, tapi itulah salah satu bentuk penghargaan orangtua kepada anak.

Wallahu’alam bisshawab

7 thoughts on “Cerita di Balik Donat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s