Anak Iseng? Wajarkah?

Salah satu yang menguji kesabaran saya adalah keisengan Miza Zaiyan kepada adiknya. Miza suka sekali menggoda adiknya, seperti mengambil mainan yang sedang dimainkan adiknya, saat adiknya menangis dikembalikan, tapi diambil lagi, dan otomatis adiknya nangis lagi. Miza-nya mah senyum-senyum. Kadang saya jadi mengambil nada bicara tinggi untuk memperingatkan Miza, saat dia mengacuhkan perkataanku. #emositerpancing

Nah, beberapa saat lalu seorang teman facebook share tulisan menarik berhubungan dengan keisengan anak-anak. Well, jadi dapet pelajaran berharga. Yuk disimak,

Hari ini kami mau membahas tentang iseng. Jika anda memiliki lbh dr 1 anak, kata ini sangat familiar dalam kehidupan anda sehari hari. Iseng ini bisa dilakukan thd siapa sj, teman, saudara, dan anggota keluarga lainnya. Apa sih bedanya sm bullying? Iseng niatnya tdk jahat. Bullying memiliki intensi buruk di belakangnya.

Kenapa anak iseng? Krn iseng itu menyenangkan, tentunya bg ‘pelaku’, bkn ‘korban’. Kdg yg diisengi pun tdk begitu keberatan. Dan ternyata, iseng dpt memberikan rasa powerful bg si ‘pelaku’.

Lalu, apa yg hrs kita lakukan? Bantu anak anda tahu batasan iseng yg ‘sehat dan aman’. Misalnya, kalau mereka menggunakan dalih ‘aku kan cuma bercanda, bundaaa’, jelaskan bhw bercanda itu hrs lucu dan menyenangkan bg kedua belah pihak, kl cm 1 sj, namanya bkn becanda. Anak hrs tahu kl keisengannya sdh terlalu jauh dan membahayakan. Mereka jg hrs diajarkan utk menjadi peka thd perasaan korban keisengannya mereka.

Ketika anak anda melakukan keisengan thd seseorang dan mrk tdk sk, ajak anak anda menjauh anak tsb dan jelaskan apa akibat perilakunya thd perasaan anak yang diisengi. Ajak anak anda berempati dan latih ketrampilan kepekaannya dg melihat reaksi dan ekspresi wajah ‘korban’ keisengannya.

Tentunya kl hal ini trs berlangsung scr membahayakan, anda hrs memastikan ini terhenti agar tdk ada 1 pihak yg terluka. Jika usia anak mencukupi, ajak mrk berdiskusi ttg apa yg tjd dan bahas bgmn caranya agar hal tsb tdk tjd lg. Jika dirasa isengnya hanya murni iseng, ajarkan korban utk membela dirinya dan biarkan.

Keisengan sdh pasti terjadi, kl tdk di rmh, di skolah, atau di tempat lain. Anak hrs di latih apa yg hrs dilakukan ketika ia jd pelaku, ataupun korban keisengan dan tahu batasan smp mana iseng itu boleh.

Have a nice holiday..
And enjoy keisengan of your children!

Sumber dari Kita dan Buah Hati
https://www.facebook.com/ellyrismanykbh/posts/10203110619199748?fref=nf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s