Memeluk Islam

Saat Perang Yarmuk, ada seorang panglima Byzantium bernama Jarjah menemui Khalid ibn al-Walid, dan terjadi dialog. Salah satunya,

“Apakah orang yang masuk Islam hari ini akan memperoleh pahala seperti pahala orang yang mendahuluinya masuk Islam?” tanya Jarjah.

Khalid menjawab, “Ya, bahkan pahalanya lebih besar.”

Jarjah coba membantah, “Bagaimana mungkin pahala mereka sama dengan pahala kalian, sedangkan kalian lebih dahulu masuk Islam daripada mereka?”

Khalid menjawab, “Kami memeluk Islam dan membaiat Nabi ketika beliau masih hidup di tengah-tengah kami. Wahyu dari langit juga masih turun, dan beliau mengajarkan kami AlQur’an dan menunjukkan tanda-tanda kenabiannya. Jadi, sangat pantas bila orang yang melihat dan mendengarkan apa yang pernah kita lihat dan dengar itu memeluk Islam dan berbaiat. Tapi, kalian tidak pernah melihat apa yang pernah kami lihat atau dengar perihal bukti-bukti dan mukjizat-mukjizat kenabiannya. Jadi, siapapun dari kalian yang memeluk Islam dengan niat tulus dan sungguh-sungguh maka ia tentu lebih utama dari kami.”

Sumber: Buku Pintar Sejarah Islam h. 135

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s