Pamer Paras

Bukan merasa sudah paling benar dalam berpakaian. Bukan pula karena ilmu agama yang sudah tinggi. Hanya saja, saya gemas melihat foto-foto yang memamerkan paras dan lekuk tubuh, terutama di sosial media. Kalau sebagian ada yang bilang saya iri, ya silakan.

Sedikit menengok KBBI online, definisi pamer adalah,

Menunjukkan (mendemonstrasikan) sesuatu yang dimiliki kepada orang lain dengan maksud memperlihatkan kelebihan atau keunggulan untuk menyombongkan diri

Nah, Pertanyaan yang kerap muncul saat melihat demonstrasi foto-foto tersebut, “terpikir tak di kepala bahwa apa yang dipamer/sombongkannya adalah SEMU, yang sewaktu-waktu bisa diambil Sang Empunya?”

Semu karena bersifat SEMENTARA.

Semu karena SANGAT MUDAH HANCUR.

Bayangkan, bila tiba-tiba terpeleset, wajah yang katanya cakep, kepentok lantai, jadi lebam, bibir dower (masih cakep?), Atau karena salah langkah, tubuh yang katanya indah, tertabrak, tangan patah, tulang bengkok (masih molek?)

Bukannya ingin mendoakan, tapi hanya sekadar menunjukkan bahwa paras dan tubuh adalah sesuatu yang semu dan tidak patut dipamerkan, bahkan sewaktu-waktu dapat hilang dari ‘genggaman’.

Perlu dicatat, bahwa contoh di atas hanyalah ‘kehancuran’ kecil, karena kehancuran yang PASTI akan terjadi pada setiap manusia adalah ketika paras dan tubuh terpendam tanah, HANCUR DAN HABIS dimakan belatung.

Jadi, pantaskan paras dan tubuh menjadi sesuatu yang dipamer/sombongkan?!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s