Kenapa Iri?

Kenapa Merasa Iri Dengki

Kenapa merasa iri, saat tawa dan keriangan anak masih berkeliaran di sekitar kita.
Kenapa merasa iri, ketika senyuman selalu hadir dari keluarga tersayang
Kenapa merasa iri, saat pasangan tetap setia menemani keseharian
Kenapa merasa iri, ketika rezeki tak pernah surut, meski tak berlimpah
Kenapa merasa iri, saat raga senantiasa siap bergerak dan memberikan bakti di setiap aktivitas
Kenapa merasa iri, ketika hidayah dan iman tetap berada dalam genggaman
Cukuplah syukur, melihat nikmat yang tak terhitung
Cukuplah syukur yang melibas kedengkian yang tak pernah surut menggoda mata dan hati.
~ saat berpikir tentang duniawi, lihatlah ke bawah, dan saat berpikir tentang ruhiyah, lihatlah ke atas~

2 thoughts on “Kenapa Iri?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s