KHALID BIN WALID (ra) – Penaklukan Damaskus. (Bag-1)

Kamis, 09 Muharram 1437H / 22 Oktober 2015

SIROH DAN TARIKH
Pemateri: Ust. AGUNG WASPODO, SE., MPP.

Tetap Adil Walau Sudah Diperangi;
Tetap Sabar Walau Sudah Dikhianati.

Bukti Kuatnya Karakter Khalid ibn al-Walid (ra) pada
Pengepungan Damaskus – 21 Agustus s/d 19 September 634

Pengepungan terhadap kota Damaskus pada tahun 634 ini menandai kejatuhan kota besar Byzantium pertama dalam Penaklukan Syam pada era Khulafa ar-Rasyidin.

LATAR BELAKANG

Perang antara Byzantium dan Sassania Persia telah berakhir pada tahun 5 Hijriah (627) dimana Kaisar Heraclius menyudahi kampanye militernya di Mesopotamia (Irak) dengan berhasil. Pada saat yang hampir bersamaan, Muhammad (saw) berhasil juga menyatukan suku-suku Arab di bawah panji tauhid al-Islam. Setelah Rasul (saw) wafat pada tahun 10 Hijriah (632), maka Abu Bakr ash-Shiddiq (ra) meneruskan kepemimpinan ummat sebagai khalifah pertama.

Setelah beliau berhasil menundukkan kaum Arab yang murtad dalam Perang Riddah maka perhatian pun diarahkan kepada kedua negara adidaya waktu itu aktif sebagai penyokong gerakan destabilisasi. Pada bulan Muharam 12 Hijriah (April 634), Abu Bakr (ra) mengerahkan pasukannya menuju wilayah Byzantium di propinsi Syam dan mengalahkannya di Pertempuran Ajnadayn.

Setelah itu balatentara kaum Muslimin bergerak ke utara dan mengepung ibukota Propinsi Syam yaitu Damaskus. Kota ini berhasil dikuasai setelah titik lemah pertahanannya dibocorkan oleh seorang uskup nasrani dari kalangan Monophysite kepada panglima kaum Muslimin yang dijabat oleh Khalid ibn al-Walid (ra). Ternyata dinding kota lebih mudah dijatuhkan pada malam hari ketika penjagaan sedang lemah.

Ketika Khalid (ra) berhasil menguasai kota bagian timur dengan serbuan, komandan garnizun kota Damaskus yang bernama Thomas sedang merundingkan penyerahan di sisi barat dengan Abu ‘Ubaydah (ra) sebagai pimpinan kedua. Setelah menyerahnya kota, terjadi perbedaan pandangan atas status penyerahan kota. Setelah syura komandan lapangan dilakukan akhirnya kota Damaskus disepakati menyerah lewat negosiasi seperti yang diterima oleh Abu ‘Ubaydah (ra). Khalid (ra) dengan besar hati menerima hal tersebut.

Namun, tingkah angkuh serta sikap permusuhan dari pasukan garnizun yg diperbolehkan meninggalkan kota Damaskus mendorong Khalid (ra) untuk tetap waspada. Ternyata firasatnya benar karena mereka tidak menuju kota Antioch sebagaimana kesepakatan damai namun menyusun kekuatan secara diam-diam. Pasukan ini berhasil dikalahkan oleh pasukan Khalid ibn al-Khalid (ra) di al-Jayyad.

PETA SITUASI

Pada tahun 11 Hijriah (633) seluruh wilayah Jazirah ‘Arab telah terkendali di bawah Medina. Setelah pasukan kaum Muslimin berhasil mengatasi kekuatan Sassania-Persia di propinsi Irak, maka Abu Bakr (ra) segera mengirimkan balatentaranya dalam 4 kolom menuju Syam pada tahun 12 Hijriah (634). Syam merupakan propinsi milik Byzantium yang sangat luas dan keempat kolom militer yang dikirimkan beliau dirasakan tidak memadai sehingga dikeluarkan perintah kepada Khalid ibn al-Walid (ra) untuk membawa bala bantuan dari Irak menuju Syam.

Pasukan Khalid (ra) melintasi padang pasir dan masuk ke perbatasan Syam dari arah yang tidak biasa dipakai oleh para pedagang. Jalur yang lebih berbahaya karena tidak terdapat sumber mata air itu ditempuh Khalid (ra) untuk memberikan pendadakan terhadap lawannya. Benar saja, pasukan Khalid (ra) berhasil menyerbu dan menguasai ibukota Suku Ghassan dalam waktu yang singkat. Kota Bosra jatuh ke tangan pasukan Khalid (ra) sehingga Damaskus terbuka tanpa pertahanan. Setelah kekalahan Byzantium di Ajnadayn maka kini giliran ibukota Syam tersebut yang dikepung.

LOKASI PENGEPUNGAN

Damaskus merupakan kota tua yang sudah dihuni manusia sejak lama karena letaknya yang strategis…

Bersambung ke KHALID BIN WALID (ra) – Penaklukan Damaskus. (Bag-2)

Dipersembahkan oleh grup WA – MANIS – MAJELIS IMAN ISLAM 🌼

– Twitter: @GrupMANIS
– Web: http://www.iman-islam.com

Pendaftaran: Klik http://goo.gl/forms/Dx2XkQ0Jtb

Sebarkan! Raih pahala…

8 thoughts on “KHALID BIN WALID (ra) – Penaklukan Damaskus. (Bag-1)

  1. Sekar says:

    wah saya pernah diskusi juga dengan beliau, mbak sinta. Waktu itu tentang Turki, spesialisasinya beliau ya kayaknya. Orang yang luar biasaaa! sampe saya nggak nyangka Pak Agung ternyata dosen manajemen. Kirain dosen sejarah, saking ngelotoknya itu ilmu dan pas ngisi materi, beliau bawa buku setumpuk!

      • Sekar says:

        kayaknya belum mbak. Aku kurang ngikutin perkembangan beliau. Nanti bisa aku tanyan ke temen kalo mbak mau. Hehe.

        Waktu itu juga eksklusif banget dikusinya. Cuma beberapa orang, di ruangan kecil, trus saya sampe tanya, “Gimana cara Bapak mempelajari sejarah ini sampai ngelotok begitu?” trus kata beliau, “banyak diskusi dengan orang-orang yang passionnya sama”

  2. Sekar says:

    oiya mbak, itu grup whatsappnya adminnya siapa? apa Pak Agung termasuk pamteri tetap atau gimana ya mbak? Saya pengen gabung, tapi pengen tanya-tanya dulu hehe

    • Sinta Nisfuanna says:

      Sepertinya beliau salah satu pemateri tetap bagian sirah dan tarikh, karena sejauh ini tulisan beliau yang dishare di grup.

      Materi di grup whatsapp macam-macam, share tulisan para ustadz yang kredible di bidangnya. Bisa bertanya juga, nanti disampaikan oleh admin ke ustadznya.

      Adminku Rahmawati, tapi banyak kelompok. Saya sendiri di kelompok A58.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s