“Sama Dalam Seruan Syari’ah, Berbeda Dalam Tugas & Peran” (bag-1)

Sabtu, 11 Muharram 1437H / 24 Oktober 2015

KELUARGA ISLAM
Pemateri: Ustz Eko Yuliarti Siroj S.Ag.

  • UMMU AIMAN bersama beberapa sahabiyat bertugas sebagai tim kesehatan dan penyiapan makanan pasukan perang Uhud.

Dan inilah yang dilakukannya saat pasukan panah tidak memenuhi instruksi Rasulullah sehingga musuh berhasil memukul mundur pasukan muslimin. Saat mereka lari ketakutan, Ummu Aiman menghadang mereka sambil melempar pasir ke muka mereka. “Ini bedak yang pantas kalian terima. Ambil pedang kalian dan kembali ke medan perang!”.

Bersama para sahabiyat ia mencari kabar tentang Rasulullah. Dan ia merasa tenang saat mengetahui Rasulullah selamat.

  • AR-RUBAYYI binti MU’AWWIDZ adalah teladan bagi setiap muslimah yang sedang belajar.

Ia menguasai ilmu dengan baik dan sangat berhati-hati dalam menyampaikan setiap kata dan maknanya. Semua orang mengakui kedudukan dan kehormatannya dan menyanjung kekuatan ilmunya. Banyak sahabat dan tabi’in yang menemuinya untuk bertanya tentang hukum agama dan banyak penduduk madinah yang meriwayatkan hadits darinya.

Ini mereka lakukan karena mereka tahu kedudukan Ar-Rubayyi’ di mata Rasulullah dan kebiasaan yang dilakukannya yaitu berkunjung kepada Aisyah ra. untuk belajar memperdalam dan memahami ilmu khususnya ilmu agama.

  • UMMU HISYAM binti HARITSAH salah seorang sahabiyat yang turut dalam rombongan umroh bersama Rasulullah pada bulan Dzulqo’dah tahun 6 hijrah.

Saat mengetahui Rasulullah akan datang, orang-orang Quraisy sepakat untuk menghadang beliau. Dan saat mendekati Makkah, Rasulullah mengutus Utsman bin Affan untuk berunding. Waktu berlalu namun Utsman tak kunjung kembali. Kaum muslimin mulai gelisah dan mereka bersumpah setia rela mengorbankan nyawanya. Rasulullah memegang tangan mereka dan semua kaum muslimin bersumpah setia kecuali seorang munafik bernama Jaad bin Qais. Tak lama Utsman muncul dan ia pun ikut bersumpah setia. Sumpah setia ini dilakukan dibawah sebuah pohon dan inilah yang dinamakan baiatur Ridwan. Ummu Hisyam termasuk diantara yang bersumpah setia rela untuk mati.

Pada banyak aspek umum dalam kehidupan, laki-laki dan perempuan memiliki posisi dan perlakuan yang sama dari Allah SWT.

Keduanya Allah seru secara bersama-sama dalam ayat-ayat yang dimulai dengan kata “يا أيها الناس”.

Dalam sebuah ayat, Allah SWT menyebut keduanya secara rinci dalam kalimat yang setara. Allah SWT berfirman :

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut nama Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS Al-Ahzab : 35).

Dalam ayat ini Allah SWT menempatkan laki-laki dan perempuan dalam posisi yang sejajar untuk mendapatkan ampunan dan pahala yang besar dengan berlakunya syarat yang sama dalam pekerjaan yang dilakukan.

Demikian juga di surat At-Taubah ayat 71 Allah SWT berfirman :

“Dan orang-orang yang beriman laki -laki dan perempuan sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar.”

Bukan hanya kaum mukminin yang menjadi penolong tapi Allah tegaskan keduanya (mukminin dan mukminat) bisa SALING bantu, SALING tolong menolong.

Dalam hadits Rasulullah SAW bersabda : النساء شقائق الرجال

“Perempuan adalah saudara kandung laki-laki.” (HR Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi)

Abu Halim Abu Syuqqoh dalam kitab tahrirul mar’ah fii ‘ahdi risalah menyebutkan bahwa makna syaqoiq (saudara kandung) menunjukkan laki-laki dan perempuan memiliki KEDUDUKAN SETARA didalam Islam.

Yang membedakan keduanya adalah fungsi & peran.

Didalam ayat-ayat lain, Allah menjelaskan bahwa fungsi diciptakannya laki-laki dan perempuan untuk saling menyempurnakan dalam menunaikan misinya sebagai manusia. Mereka adalah mitra dalam seluruh aspek kehidupan. Mereka adalah mitra dalam berkeluarga. Allah SWT berfirman :

“Dan Allah menjadikan bagi kamu istri-istrimu dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari istri-istrimu anak-anak dan cucu-cucu dan memberimu rizki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari ni’mat Allah?” (QS An-Nahl:72)

Disamping fungsi untuk SALING MENGUATKAN dan menjadi mitra, Allah SWT menciptakan laki-laki dan perempuan dengan kekhususan masing-masing.

Kekhususan itu terkait erat dengan perbedaan fisik, psikologi, dan fungsi sebagian organ tubuhnya.

Perbedaan inilah yang menyebabkan laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan tugas dan peran.

  • Perbedaan ini tidak menjadikan yang satu lebih unggul dari yang lain karena keunggulan hanya ditentukan oleh ketakwaan dan kesiapan menunaikan misi hidup sebagai manusia (ibadah & memakmurkan bumi).
  • PEREMPUAN dengan kelembutan, keibuan, kasih sayang dan sifat kewanitaannya adalah sumber stabilitas dan ketenangan bagi lingkungannya.

Dengan fitrah sabarnya, Allah takdirkan ia menanggung beban kehamilan, melahirkan, menyusui, mengasuh, merawat dan mengurus anak-anaknya.

  • LAKI-LAKI dengan kekuatan fisiknya diwajibkan untuk terjun ke dunia yang keras berupaya konsisten mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga, membimbing dan melindungi seluruh anggota keluarga.

Masing-masing Allah berikan tugas sesuai dengan kondisi yang telah Allah siapkan. Oleh karenanya tidak ada ruang untuk saling mencemburui dan menggugat tugas & peran yang telah ditetapkan Allah.  Imam Ahmad dalam musnadnya dan Ibnu Jarir At-Thabary dalam tafsirnya menjelaskan asbabun nuzul dari QS An-Nisa:32.

Mujahid menyampaikan bahwa Ummu Salamah berkata :
“Wahai Rasulullah, kaum laki-laki digarda depan peperangan, kami tidak pergi berperang. Kami juga mendapatkan setengah hak waris dari laki-laki.”

Maka Allah menurunkan ayat

:”Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan dan bagi perempuan ada bagian dari apa yang mereka usahakan.

Dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS An-Nisa:32)

Kisah para sahabiyat diatas menunjukkan kematangan para sahabiyat dalam menunaikan perannya di tengah masyarakat tanpa mengganggu peran para sahabat bahkan memberikan dorongan untuk terus bekerja/berjihad.

Sebaliknya para sahabat menerima dengan lapang dada kehadiran para sahabiyat. Bahkan untuk hadir di medan perang mereka lakukan akan tetapi mereka bertugas sesuai fitrahnya. Para sahabiyat juga menuntut ilmu sebanyak-banyaknya dan turut berjanji setia kepada Allah dan RasulNya. Memahami kesamaan dihadapan Allah dan perbedaan dalam beberapa tugas dan peran merupakan bagian penting dari pondasi kehidupan berkeluarga.

Agar setiap anggota keluarga baik ayah, ibu, dan anak-anak tidak memiliki ketergantungan karena masing-masing memiliki posisi yang sama dihadapan Allah. Agar masing-masing tidak melakukan tugas dan peran yang terbalik. Ibu fokus pada peran utamanya mengurus keluarga, ayah fokus pada peran utamanya mencari nafkah dan anak-anak hormat dan berbakti pada orang tuanya bukan sebaliknya. Maka ketika mulai ada tugas dan peran yang dilakukan terbalik, terjadilah kerusakan di muka bumi.

Dari kefahaman akan pembahasan ini, kita akan mudah memaknai dan menerima pernikahan, tujuannya, makna qowwamah, kerjasama dalam keluarga, membentuk keluarga harmonis, menangani problematika dalam keluarga, dll.

Bagi mereka yang belum menikah, fahamilah pondasi-pondasi dan prinsip-prinsip berkeluarga ini dengan baik.

Dan bagi mereka yang sudah menikah, tidak ada salahnya bila kita menata ulang prinsip-prinsip yang harus kita tanamkan dalam kehidupan berkeluarga.

Semoga Allah ridhoi setiap detik kehidupan kita dan Allah jadikan keluarga kita keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah.

Wallohu a’lam bis showwab.

Dipersembahkan oleh grup WA – MANIS – MAJELIS IMAN ISLAM 🌼

– Twitter: @GrupMANIS
– Web: http://www.iman-islam.com

Pendaftaran: Klik http://goo.gl/forms/Dx2XkQ0Jtb

Sebarkan! Raih pahala…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s