‘Tuntutan’ itu hadir di kepala…

 

Saat mata sudah terasa berat, dan pejamnya menjadi obat
Ketika raga siap untuk direbahkan, dan PW (posisi wenak) sudah tercapai
Saat badan terasa berat untuk digerakkan, dan telah tuntas berada di atas buaian kasur
Ketika kepala terasanya nyaman melekat dengan empuknya bantal

Tiba-tiba…

“Ummi, Ummi, bangun! Sebelum tidur wudhu dulu!” Teriakan itu tepat di samping telinga bersamaan dengan goncangan yang tidak berhenti dilakukan si tangan kecil.

Ingin hati mengatakan berjuta alasan,

Sebentar Miza, Ummi capek…
Iya, nanti bangun lagi, terus wudhu…
Miza ah, sudah donk…

 

 

Tapi…

‘Tuntutan’ itu hadir di kepala…

Suatu saat, ketika mulut ini menyampaikan, “Nak, adab sebelum tidur itu wudhu dan membaca doa.”

Maka, kalimat itu tidak hanya berlaku untuk sang anak, tapi juga untuk si pengucap.

Maka, kalimat itu tak sekadar lontaran, tapi menuntut komitmen dan teladan yang juga WAJIB dilakukan si pengucap.

 

 

 

##Karena orangtuamu pun bukanlah sosok sempurna, ingatkan Nak jika kami lalai…

 

 

2 thoughts on “‘Tuntutan’ itu hadir di kepala…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s