๐Ÿ“‹ NIKMATNYA QANA’AH

๐Ÿ“† Ahad, 12 Muharram 1437H / 25 Oktober 2015

๐Ÿ“š TAZKIYATUN NAFS

๐Ÿ“ Pemateri: Ust. FARID NU’MAN HASAN SS.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

ุฒููŠู‘ูู†ูŽ ู„ูู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุญูุจู‘ู ุงู„ุดู‘ูŽู‡ูŽูˆูŽุงุชู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูุณูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽู†ููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู‚ูŽู†ูŽุงุทููŠุฑู ุงู„ู’ู…ูู‚ูŽู†ู’ุทูŽุฑูŽุฉู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฐู‘ูŽู‡ูŽุจู ูˆูŽุงู„ู’ููุถู‘ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ู„ู ุงู„ู’ู…ูุณูŽูˆู‘ูŽู…ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุฃู†ู’ุนูŽุงู…ู ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽุฑู’ุซู ุฐูŽู„ููƒูŽ ู…ูŽุชูŽุงุนู ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽุงุฉู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ุญูุณู’ู†ู ุงู„ู’ู…ูŽุขุจู (14)

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).ย (QS. Ali Imran: 14)

Demikianlah manusia, Allah โ€˜Azza wa Jalla memberikan kepada mereka nafsu dan akal.
Nafsu mereka butuhkan, karena dengan itu mereka bisa hidup bergairah dan bersemangat.

Bagi seorang muโ€™min, nafsu akan ditundukkannya untuk membantunya beramal shalih, saat itu nafsu tidaklah tercela. Adakah nafsu yang mendukung amal shalih?

Dari Abu Dzar Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ูˆููŠ ุจุถุน ุฃุญุฏูƒู… ุตุฏู‚ุฉ . ู‚ุงู„ูˆุง: ูŠุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ! ุฃูŠุงุชูŠ ุฃุญุฏู†ุง ุดู‡ูˆุชู‡ ูˆูŠูƒูˆู† ู„ู‡ ููŠู‡ุง ุฃุฌุฑ ุŸ ู‚ุงู„: ุฃุฑุฃูŠุชู… ู„ูˆ ูˆุถุนู‡ุง ููŠ ุญุฑุงู… ุฃูƒุงู† ุนู„ูŠู‡ ููŠู‡ุง ูˆุฒุฑ ุŸ ููƒุฐู„ูƒ ุฅุฐุง ูˆุถุนู‡ุง ููŠ ุงู„ุญู„ุงู„ ูƒุงู† ู„ู‡ ุฃุฌุฑุง

โ€œPada kemaluan salah seorang kalian ada sedekahnya.โ€
Mereka bertanya: โ€œWahai Rasulullah! Apakah salah seorang kami mengumbar syahwatnya akan diberikan pahala?โ€

Beliau bersabda: โ€œBagaimana pendapat kalian seandainya meletakan syahwatnya pada yang haram, bukankah dia berdosa?

Maka demikian juga jika dia meletakkannya pada tempat yang halal, maka dia mendapatkan pahala.โ€

(HR. Muslim No. 1006, Ibnu Hibban No. 4167, Al Baihaqi dalam As Sunan No. 7612)

Sebaliknya, bukan justru nafsu yang mengendalikannya untuk dia beramal salah. Hidup terombang ambing nafsu, syahwat dunia, dan keinginan rendah tanpa batas. Saat itu, nafsu telah menyeretnya pada derajat hidup binatang.

Allah โ€˜Azza wa Jalla juga memberikan akal bukan sekedar pembeda dengan binatang, tapi agar manusia dapat mengendalikan hawa nafsu.

Akal berpikir dan menilai, bahkan dia menjadi hakim bagi hawa nafsu, sehingga keliaran hawa nafsu terhentikan langkahnya, kelalaiannya dapat disadarkan, ketertidurannya dapat dibangkitkan; yakni akal yang telah tersinari cahaya wahyu, akal yang telah tunduk bersimpuh di depan firman Rabb yang menciptakannya, bukan akal liar sebagaimana liarnya hawa nafsu yang akan dijaganya.

Sungguh, keterjagaan nafsu dan akal dari daya tarik dunia dan permainannya, akan membawa pribadi yang puas (qanaโ€™ah). Karena cahaya ketuhanan telah mengantarkannya kepada target yang lebih mulia dan tinggi, dan selayaknya inilah yang menggoda kita. โ€œย โ€ฆ.. dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).โ€ (QS. Ali Imran: 14)

๐ŸŽ€ Percayalah โ€ฆ,
QANA’AH itu NIKMAT.
Kita memandang manusia dengan mata ridha dan ikhlas, tiada iri dan dengki.

Sementara kita memandang diri sendiri dengan mata syukur dan lapang.

๐Ÿ’กApa yang ada di syukuri, ada pun yang tidak ada, toh semua nanti juga akan binasa. Lalu, apa lagi yang mengganggu pikiran kita?

๐Ÿ’กPalingkanlah pandangan kita dari dunia yang Allah Taโ€™ala titipkan kepada orang lain; justru itulah ujian dan fitnah bagi mereka! Bukankah ini kenikmatan bagi kita?

๐Ÿ’กPalingkanlah pandangan kita dari jabatan yang Allah Taโ€™ala embankan kepada orang lain; justru itu akan meremukkan punggung dan menghabiskan waktu mereka! Bukankah ini kenikmatan bagi kita?

๐Ÿ’กPalingkanlah pandangan kita dari rupiah dan harta yang membanjiri mereka; justru karena itu pertanyaan di akhirat bagi mereka tidaklah sederhana!

Bukankah ini juga kenikmatan bagi kita?

Tahukah anda, -dalam hal ini- ada sebagian orang menjadikan Umar bin Al Khathab Radhiallahu โ€˜Anhu lebih utama dibanding Abu Bakar Ash Shiddiq Radhiallahu โ€˜Anhu?

Sebabย Abu Bakar hidup qanaโ€™ah, karena memang dunia tidak mengejarnya, dunia tidak menggodanya, bahkan menjauhinya. Maka itu sudah sewajarnya.

Ada punย Umar, dia qanaโ€™ah dan terus menerus seperti itu, ketika dunia mengganggunya, dunia mengejar dan memanggilnya, tetapi dia tidak menoleh sama sekali.ย Ini lebih berat rasanya.

๐Ÿ’กNamun, qanaโ€™ah bukanlah kemiskinan, bukan pula kefakiran.

๐Ÿ”ŽTetapi dia sikap mental terhadap semua karunia yang Allah โ€˜Azza wa Jalla berikan kepada kita; memandangnya dengan syukur , ridha, dan penuh amanah.๐Ÿ”

Sehingga, kita menjadi pribadi selalu berbahagia dan tersenyum puas.

Benarlah apa yang disebutkan sebuah syair:

โ€œJika engkau memiliki hati yang puas (qanuuโ€™), maka engkau dan rajanya dunia adalah sama saja!โ€

Wallahu Aโ€™lam

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

๐ŸŒผDipersembahkan oleh grup WA – MANIS – MAJELIS IMAN ISLAM ๐ŸŒผ

– Twitter: @GrupMANIS
– Web: http://www.iman-islam.com

๐Ÿ“ Pendaftaran: Klik http://goo.gl/forms/Dx2XkQ0Jtb

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s