๐Ÿ“‹ Pengantar Memahami Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaโ€™ah (Bag. 3)

๐Ÿ“† Ahad, 17 Safar 1437H / 29 November 2015

๐Ÿ“š AQIDAH ISLAM

๐Ÿ“ Pemateri: Ust. Farid Nu’man Hasan SS.

Sambungan dariย Pengantar Memahami Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaโ€™ah (Bag. 2)

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

 

3โƒฃ๐Ÿ“—. As Sawadul Aโ€™zham (Kelompok besar/mayoritas)

Ini juga nama lain dari Ahlus Sunnah wal Jamaโ€™ah. Imam Ibnu Rajab Rahimahullah dalam Fathul Bari, menuliskan:

ูˆุญูƒุงู‡ ุงุจู† ุดุงู‡ูŠู† ุนูŽู† ุนุงู…ุฉ ุฃู‡ู„ ุงู„ุณู†ุฉ ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ูˆู‡ู… ุงู„ุณูˆุงุฏ ุงู„ุฃุนุธู… .

โ€œIbnu Syahin menghikayatkan tentang semua Ahlus Sunnah, dia berkata: mereka adalah Sawadul Aโ€™zham.โ€ (Imam Ibnu Rajab, Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari, 5/200)

Nama ini ditegaskan langsung dalam beberapa hadits. Dari Ibnu Umar Radhiallahu โ€˜Anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ู„ุง ูŠุฌู…ุน ุงู„ู„ู‡ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฃู…ุฉ ุนู„ู‰ ุงู„ุถู„ุงู„ุฉ ุฃุจุฏุง ูˆู‚ุงู„ : ูŠุฏ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ุงู„ุฌู…ุงุนุฉ ูุงุชุจุนูˆุง ุงู„ุณูˆุงุฏ ุงู„ุฃุนุธู… ุŒ ูุฅู†ู‡ ู…ู† ุดุฐ ุดุฐ ููŠ ุงู„ู†ุงุฑ

โ€œTidaklah Allah kumpulkan umat ini dalam kesesatan selamanya.โ€

Dan beliau juga bersabda: โ€œTangan Allah atas jamaah, maka ikutilah As Sawadul Aโ€™zham, maka barangsiapa yang menyempal, maka dia menyempal ke neraka.โ€ (HR. Al Hakim, Al Mustadrak โ€˜Alash Shahihain, No. 391)

Hadits lain, dari Abu Umamah Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ุงุฎุชู„ูุช ุงู„ูŠู‡ูˆุฏ ุนู„ู‰ ุงุญุฏู‰ ูˆุณุจุนูŠู† ูุฑู‚ุฉ ุณุจุนูˆู† ูุฑู‚ุฉ ููŠ ุงู„ู†ุงุฑ ูˆูˆุงุญุฏุฉ ููŠ ุงู„ุฌู†ุฉ ูˆุงุฎุชู„ู ุงู„ู†ุตุงุฑู‰ ุนู„ู‰ ุงุซู†ุชูŠู† ูˆุณุจุนูŠู† ูุฑู‚ุฉ ุฅุญุฏู‰ ูˆุณุจุนูˆู† ูุฑู‚ุฉ ููŠ ุงู„ู†ุงุฑ ูˆูˆุงุญุฏุฉ ููŠ ุงู„ุฌู†ุฉ ูˆุชุฎุชู„ู ู‡ุฐู‡ ุงู„ุงู…ุฉ ุนู„ู‰ ุซู„ุงุซุฉ ูˆุณุจุนูŠู† ูุฑู‚ุฉ ุงุซู†ุชุงู† ูˆุณุจุนูˆู† ูุฑู‚ุฉ ููŠ ุงู„ู†ุงุฑ ูˆูˆุงุญุฏุฉ ููŠ ุงู„ุฌู†ุฉ ูู‚ู„ู†ุง ุงู†ุนุชู‡ู… ู„ู†ุง ู‚ุงู„ ุงู„ุณูˆุงุฏ ุงู„ุงุนุธู…

โ€œYahudi berselisih menjadi 71 kelompok, 70 ke neraka dan satu ke surga. Nasrani juga berselisih menjadi 72 kelompok, 71 ke neraka dan satu ke surga. Dan Umat ini juga berselisih mejadi 73 kelompok, 72 ke neraka dan satu ke surga.โ€
Kami berkata: โ€œSifatkanlah mereka untuk kami?โ€ Beliau bersabda: โ€œAs Sawadul Aโ€™zhamโ€. (HR. Ath Thabarani, Al Muโ€™jam Al Kabi No. 8051. Imam Al Haitsami mengatakan: rijal (perawi) hadits ini tsiqat (kredibel), Majmaโ€™ Az Zawaid, 6/234)

4โƒฃ๐Ÿ“—. As Salafiyah (Yang Terdahulu)

Ini adalah istilah paling tenar setelah Ahlus Sunnah wal Jamaโ€™ah itu sendiri.

Istilah ini diinspirasikan dari hadits Aisyah Radhiallahu โ€˜Anha berikut, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda kepadanya:
ูˆูŽู†ูุนู’ู…ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽูู ุฃูŽู†ูŽุง ู„ูŽูƒู

โ€œAku adalah sebaik-baiknya salaf (pendahulu) bagimu.โ€ (HR. Muslim No. 2450. Ibnu Majah No. 1621, Ahmad No. 26413)

Dalam Al Quran pun ada istilah โ€˜salafโ€™ namun tidak ada kaitan sama sekali dengan โ€˜komunitasโ€™ dan pemikiran aqidah yang sedang kita bahas.

Allah Taโ€™ala berfirman:
ูˆูŽู„ุง ุชูŽู†ู’ูƒูุญููˆุง ู…ูŽุง ู†ูŽูƒูŽุญูŽ ุขุจูŽุงุคููƒูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูุณูŽุงุกู ุฅูู„ุง ู…ูŽุง ู‚ูŽุฏู’ ุณูŽู„ูŽููŽ ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ููŽุงุญูุดูŽุฉู‹ ูˆูŽู…ูŽู‚ู’ุชู‹ุง ูˆูŽุณูŽุงุกูŽ ุณูŽุจููŠู„ุง

โ€œDan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu Amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh). (QS. An Nisa (4): 22)

Dalam ayat lain:

ู‚ูู„ู’ ู„ูู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูƒูŽููŽุฑููˆุง ุฅูู†ู’ ูŠูŽู†ู’ุชูŽู‡ููˆุง ูŠูุบู’ููŽุฑู’ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ู…ูŽุง ู‚ูŽุฏู’ ุณูŽู„ูŽููŽ ูˆูŽุฅูู†ู’ ูŠูŽุนููˆุฏููˆุง ููŽู‚ูŽุฏู’ ู…ูŽุถูŽุชู’ ุณูู†ู‘ูŽุฉู ุงู„ุฃูˆู‘ูŽู„ููŠู†ูŽ

โ€œKatakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: “Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi Sesungguhnya akan Berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah tenhadap) orang-orang dahulu “. (QS. Al Anfal (8): 38)

Namun makna โ€˜salafโ€™ yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah sebagaimana yang tertera dalam kitab Iโ€™tiqad Ahlis Sunnah Syarh Ashhabil Hadits, dalam bab Ittibaโ€™us Salaf (mengikuti salaf):

ู…ู† ุฃุตูˆู„ ู…ุฐู‡ุจ ุฃู‡ู„ ุงู„ุญุฏูŠุซ ุงุชุจุงุน ุฃู‚ูˆุงู„ ุงู„ุตุญุงุจุฉ ูˆุงู„ุชุงุจุนูŠู† ู„ู‡ู… ุจุฅุญุณุงู† ู…ู† ุฃุฆู…ุฉ ุงู„ุฏูŠู† ููŠ ุฃุตูˆู„ ุงู„ุนู‚ูŠุฏุฉ ุฎุงุตุฉ ูˆููŠ ุงู„ุฏูŠู† ุนุงู…ุฉ

โ€œDi antara dasar-dasar madzhab ahli hadits adalah mengikuti perkataan para sahabat dan tabiโ€™in (pengikut) mereka dengan baik dari para imam-imam agama, dalam perkara aqidah secara khusus, dan perkara agama secara umum.โ€ (Syaikh Muhammad bin Abdirrahman Al Khumais, Iโ€™tiqad Ahlis Sunnah Syarh Ashhabil Hadits, Hal. 134)

Jadi, salafiyah adalah mengikuti salafush shalih (pendahulu yang baik), yakni Rasulullah, para sahabat, tabiโ€™in, dan tabiโ€™ut tabiโ€™in.

Dari Ibnu Masโ€™ud Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ุฎูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ู‚ูŽุฑู’ู†ููŠ ุซูู…ู‘ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽู„ููˆู†ูŽู‡ูู…ู’ ุซูู…ู‘ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽู„ููˆู†ูŽู‡ูู…ู’

โ€œSebaik-baik manusia adalah zamanku, kemudian setelahnya, kemudian setelahnya.โ€ (HR. Bukhari No. 2652, Muslim No. 2533)

Tidak mengapa seseorang mengaku mengikuti jejak salafus shalih, namun yang penting adalah kesesuaian antara pengakuan dan perbuatan.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah mengatakan:

ู„ูŽุง ุนูŽูŠู’ุจูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุธู’ู‡ูŽุฑูŽ ู…ูŽุฐู’ู‡ูŽุจูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽูู ูˆูŽุงู†ู’ุชูŽุณูŽุจูŽ ุฅู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุงุนู’ุชูŽุฒูŽู‰ ุฅู„ูŽูŠู’ู‡ู ุจูŽู„ู’ ูŠูŽุฌูุจู ู‚ูŽุจููˆู„ู ุฐูŽู„ููƒูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ุจูุงู„ูุงุชู‘ูููŽุงู‚ู . ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ู…ูŽุฐู’ู‡ูŽุจูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽูู ู„ูŽุง ูŠูŽูƒููˆู†ู ุฅู„ู‘ูŽุง ุญูŽู‚ู‘ู‹ุง

โ€œTidak aib bagi siapa saja menampakkan madzhab salaf dan menyandarkan diri dengannya, dan berbangga dengannya, bahkan wajib menerimanya (madzhab salaf) menurut kesepakatan ulama. Sebab madzhab salaf tidaklah ia melainkan kebenaran semata.โ€ (Majmuโ€™ Fatawa, 1/321)

Al Ustadz Hasan Al Banna Rahimahullah juga berkata ketika mengunggulkan madzhab salaf tentang masalah sifat-sifat Allah Taโ€™ala, mengatakan:

ูˆู†ุญู† ู†ุนุชู‚ุฏ ุฃู† ุฑุฃูŠ ุงู„ุณู„ู ู…ู† ุงู„ุณูƒูˆุช ูˆุชููˆูŠุถ ุนู„ู… ู‡ุฐู‡ ุงู„ู…ุนุงู†ูŠ ุฅู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุชุจุงุฑูƒ ูˆุชุนุงู„ู‰ ุฃุณู„ู… ูˆุฃูˆู„ู‰ ุจุงู„ุงุชุจุงุน ุŒ ุญุณู…ุง ู„ู…ุงุฏุฉ ุงู„ุชุฃูˆูŠู„ ูˆุงู„ุชุนุทูŠู„ ุŒ ูุฅู† ูƒู†ุช ู…ู…ู† ุฃุณุนุฏู‡ ุงู„ู„ู‡ ุจุทู…ุฃู†ูŠู†ุฉ ุงู„ุฅูŠู…ุงู† ุŒ ูˆุฃุซู„ุฌ ุตุฏุฑู‡ ุจุจุฑุฏ ุงู„ูŠู‚ูŠู† ุŒ ูู„ุง ุชุนุฏู„ ุจู‡ ุจุฏูŠู„ุง

โ€œKami meyakini bahwa pendapat salaf yakni diam dan menyerahkan ilmu makna-makna ini kepada Allah Taโ€™ala adalah lebih selamat dan lebih utama untuk diikuti, dengan memangkas habis takwil dan taโ€™thil (pengingkaran), maka jika Anda adalah termasuk orang yang telah Allah bahagiakan dengan ketenangan iman, dan disejukkan dadanya dengan salju embun keyakinan, maka janganlah mencari gantinya (salaf).โ€ (Al Imam Hasan Al Banna, Majmuโ€™ah Ar Rasail, Hal. 368. Al Maktabah At Taufiqiyah)

๐Ÿ“— Menghidupkan Manhaj Salaf Bukan Komunitasnya

Bersambung keย Pengantar Memahami Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaโ€™ah (Bag. 4)

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
http://www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

2 thoughts on “๐Ÿ“‹ Pengantar Memahami Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaโ€™ah (Bag. 3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s