berbakti-kepada-orang-tua-mendapatkan-surga1

Sisi Lain, Anak adalah Cerminan Orangtua.

Anak adalah Cerminan Orangtua.

Sebagian besar memahami kalimat ini dengan artian, tentang pendidikan orangtua kepada anaknya, bagaimana karakter/kepribadian anak adalah cerminan sang orangtua mendidik putra/i-nya. Tidak salah, tapi, untuk saya pribadi, kalimat tersebut juga memiliki makna lain. Saat menengok tingkah polah anak, berinteraksi dengan anak, sekaligus merasakan segala rasa selama mendidik anak, mengingatkan diri sendiri ketika menjadi seorang anak. Apakah saya dulu seperti Miza atau Azi? Apakah segala perasaan senang, marah, khawatir, dan tenaga terkuras juga dirasakan oleh Abah-Ummi? Jawaban yang selalu muncul, pastinya kurang lebih IYA.

Lebih Merasakan Saat Berada di Posisinya

Pernah menjadi seorang anak sebenarnya memberikan tambahan referensi saat kita berada di posisi orangtua. Ketika dahulu, merasa tidak suka ketika dimarahi orangtua,  rasanya akan kurang lebih sama dengan yang menimpa anak saat ini, jika terkena omelan marah. Di sisi lain, marah orangtua yang dulunya tidak dipahami saat kita menjadi anak, begitu berada di posisi orangtua, marah/omelan lebih mudah dipahami sebagai bentuk kekhawatiran.

Kita jadi lebih tahu bagaimana perasaan orangtua dahulu, saat berada di posisinya. Saat membaca Memoar Brooke Shields pada bagian dia menelusuri kembali masa silamnya, menggiringnya untuk melihat pengorbanan Mama-nya sebagai single parent. Masa kecilnya yang terlibat dalam dunia per-film-an tidak terasa menyusahkan karena ada Mama-nya yang selalu melindunginya. Ya, setiap kali merenungi tentang anak, kepala akan selalu menghadirkan kembali kenangan masa kecil yang pastinya tak luput dari kasih sayang orangtua.

berbakti-kepada-orang-tua-mendapatkan-surga1

Bersahabat dengan Orang Tua

Rasulullah saw berkata, yang diriwayatkan Anas bin Malik, “Siapa yang ingin diperpanjang usianya dan dilimpahkan rezekinya, hendaklah ia berbakti kepada kedua ibu bapaknya dan memelihara silaturahmi.” (HR. Ahmad)

Mengenal masa tua. Saya pernah membaca buku Bersahabat dengan Orangtua. Sebuah tema yang sangat jarang disentuh, terkait dengan memperlakukan dan merawat orangtua, di kala usia sudah memasuki senja. Tak hanya masalah fisik, psikologis menjelang senja juga terusik. Lingkungan berubah, teman-teman berkurang, interaksi dengan putra/i yang semakin berkurang karena kesibukan masing-masing, membuat orang di usia senja mengalami krisis identitas. Saat inilah, seorang anak berkewajiban menemani, merawat dan menjadi sahabat orangtuanya.

Salah satu motivasi merawat orangtua, yang bisa kita ingat baik-baik di kepala adalah, suatu saat kita pun akan berada di usia senja, dan harapan terbesar kita pastinya ada anak-anak yang bersabar dalam merawat kita.

Anak adalah Cerminan Orang Tua, Menatap Orang Tua.

 

 

 

4 thoughts on “Sisi Lain, Anak adalah Cerminan Orangtua.

  1. ayanapunya says:

    Katanya sih secara tidak sadar kadang kita meniru cara orang tua mendidik kita. Kalau caranya bagus sih alhamdulillah, tapi kadang yang jadi masalah kalau ortu mendidiknya dengan kekerasan atau cara lain yang kurang baik

    • Sinta Nisfuanna says:

      iya, tergantung kitanya mau mengerem dan bisa ngambil pelajaran setiap gaya orangtua kita mendidik anak… terus belajar pastinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s