Kenapa Iri?

Kenapa Merasa Iri Dengki

Kenapa merasa iri, saat tawa dan keriangan anak masih berkeliaran di sekitar kita.
Kenapa merasa iri, ketika senyuman selalu hadir dari keluarga tersayang
Kenapa merasa iri, saat pasangan tetap setia menemani keseharian
Kenapa merasa iri, ketika rezeki tak pernah surut, meski tak berlimpah
Kenapa merasa iri, saat raga senantiasa siap bergerak dan memberikan bakti di setiap aktivitas
Kenapa merasa iri, ketika hidayah dan iman tetap berada dalam genggaman
Cukuplah syukur, melihat nikmat yang tak terhitung
Cukuplah syukur yang melibas kedengkian yang tak pernah surut menggoda mata dan hati.
~ saat berpikir tentang duniawi, lihatlah ke bawah, dan saat berpikir tentang ruhiyah, lihatlah ke atas~

Tiga “Sahabat”

anak soleh

Sudah lama saya tidak mengikuti kuis/lomba di media sosial, sampai beberapa minggu yang lalu ada #giveawaylikeislamproject di Instagram dan berhasil menggugah hasrat menulis #eah!

Temanya sederhana, peserta diminta menampilkan foto pribadi berhijab dan caption yang wajib memuat 3 kata, yaitu Hijrah, Hidayah, dan Istiqamah. Saya teringat dengan foto bersama anak di halaman Masjid Agung Jami’ Malang dan terbitlah ide menulis.

Alasan tulisan ini saya posting di blog ini lebih pada harapan bahwa suatu saat Miza dan Azizah dan mungkin adiknya lagi membaca tulisan ini dan mengetahui inilah harapan orangtuanya kepada mereka.

***
Nak, Ummi ingin mengenalkanmu dengan 3 “sahabat” seorang hamba Allah yang senantiasa ingin menjadi lebih baik.

Kukenalkan, yang pertama HIJRAH. Hijrah mungkin pernah kau kenal saat Ummi bercerita tentang kepindahan Rasulullah dan kaumnya dari Makkah ke Madinah. Tapi nak, Hijrah tak sekadar berarti kepindahan secara fisik. Hijrah adalah berpindah ke kehidupan yang lebih baik, kehidupan yang menggenggam keridhoan Allah.

Sahabat kedua adalah HIDAYAH. Dia adalah sahabat yang harus selalu kaupeluk, Nak. Jangan pernah terlepas karena tak semua orang menyadari kehangatan Hidayah. ‘Dia’ akan selalu disampingmu selama kau mau berdoa dan bertaqwa.

Sahabat yang terakhir adalah ISTIQAMAH. Ingat bagaimana kau terus menerus meminta permen kepada Ummi. Kau suka? Ya, seperti itulah Istiqamah yang akan terus menerus mengantarkan pahala dari Allah ketika kau menyukai ibadah dan kebaikan. Seperti itulah dia, sahabat yang akan mendampingimu untuk berjalan lurus dan melaksanakan kewajibanmu sebagai seorang hamba Allah.

Nak, mau kan kau bersahabat dengan mereka demi menjadi pribadi yang bermanfaat untuk agamamu, Islam.